Friday, June 6, 2008

ArTiKeL2 PiLiHaN:

* ABDUNNASIR AL-MA'DANI
Beliau adalah pemimpin organisasi dan universitas terkenal di Kerala. Beliau seorang tokoh yang dikenal sebagi "Ultimate Leader of The Muslims" di India. Hampir 10 tahun beliau dipenjara karena tertuduh terlibat dalam kasus pengeboman yang mengakibatkan matinya 60 orang. Setelah menerima bai'at tarekat Dusuqiyyah Muhammadiyah, kehidupan beliau jadi berubah total. Akhirnya beliau bebas dari segala tuduhan. Selengkapnya klik di sini>>>
.
* MEMUJI NABI & WALI
Para Wahabi menganggap pujian terhadap nabi & wali itu adalah suatu perbuatan yang haram berdasarkan hadits yang salah difahami oleh mereka. Jika arti hadits tersebut sesuai dengan pemahaman mereka, pasti Rasulullah saw. mencela Sayyiduna Hassan bin Tsabit ketika ia memuji Rasulullah saw. dan Sayyiduna Abu Bakr ra. Selengkapnya klik di sini>>>
.

* SIFAT RAMBUT RASULULLAH SAW

Rasulullah saw. bukan hanya memelihara janggut, beliau juga memelihara rambut. Taukah anda bahwa rambut beliau pernah dibentauk menjadi empat pintalan sebagaimana pintalan rambut wanita? taukah anda bahwa di antara sifat rambut beliau adalah panjang sampai menyentuh kedua pundak? Selengkapnya Klik di sini>>>
.

* MA'SHUM DAN MAHFUZ
Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda: "barangsiapa menghapal sepuluh ayat dari surat al-Kahfi, ia akan Ma'shum dari fitnah Dajjal." kalau saja seorang muslim biasa, tidak mustahil baginya untuk meraih kema'shuman tersebut, apakah seorang Waliyullah itu mustahil baginya untuk meraihnya?... Selengkapnya Kelik Di sini>>>
.
* TAFSIR DEMOKRATIS "AYAT KETAATAN"
Kadangkala, sebuah penafsiran yang berkembang tak ubah seperti ‘tiket perjalanan’ yang hanya berlaku untuk sekali jalan dan untuk satu tujuan... Selengkapnya Kelik Di Sini>>>
.
* DI ANTARA ARTI "INNA" DALAM ALQUR'AN
Seorang ahli bahasa mendatang Syekh M.Utsman Abduh al-Burhani ra. untuk mengutarakan kebingungannya atas huruf-huruf yang disangkanya cuma tambahan dan tidak memiliki makna dalam al-Qur'an. Selengkapnya Kelik di Sini>>>
.
* TEMPAT KELAHIRAN RASULULLAH SAW
Kalau anda pernah melakukan ibadah haji atau umroh, pasti anda telah melihat di sekitar kawasan Masjidil-Haram ada sebuah bangunan "Maktabah Makkah al-Mukarramah" yang kemudian dijadikan juga sebagai "Wizaratul-Haj Wal-Awqaf"... tahukah anda bahwa di situlah tempat kelahiran Rasulullah saw? dan tahukah anda sejarah didirikannya bangunan tersebut berawal dari ketika Syekh M.Utsman Abduh al-Burhani ra berpesan kepada salah seorang muridnya untuk.... Selengkapnya Kelik Di Sini>>>
.
* LUKISAN DAN FOTO ITU TIDAK HARAM
Kalau foto itu diharamkan, mengapa para tokoh Wahabi seperti al-Albani, Abd.Aziz bin Baz itu berfoto...? mengapa para mufti wahabi tidak ada yang berani mengharamkan bermu’amalah menggunakan lembaran uang Real Saudi yang terdapat di dalamnya gambar Raja Fahad bin Abdil-Aziz… Selengkapnya Kelik Di Sini>>>
.
* MENGGOYANGKAN TUBUH SAAT BERZIKIR

Perlu dimaklumi bahwa di negara Arab, Saudi misalnya, memiliki kebudayaan seni teradisi yang disebut dengan tarian 'Urdhah, Tari kekerajaan atau Tarian Najd yang serupa dengan Hadhrah Zikir para Sufi… Selengkapnya Kelik Di Sini>>>
.
* MEMBAYANGKAN WAJAH GURU SAAT BERZIKIR
Hasan al-Banna sebagai pendiri gerakan Ikhwan al-Muslimin menganjurkan kepada pengikutnya agar ketika melakukan wirid Robithoh, memejamkan mata dan menghadirkan atau membayangkan wajah satu orang dari sesama ikhwannya. Apabila menghadirkan wajah ikhwan saja boleh, apalagi wajah Guru yang menjadi mursyid. Apalagi wajah seorang wali yang mana kehormatan beliau lebih mulia dari Ka'bah sebagaimana dinyatakan dalam sebuah hadits... Selengkapnya Kelik Di Sini>>>
.
* MEROKOK ITU TIDAK HARAM
Nuruddin al-Banjari mengharamkan rokok dengan alasan yang pertama: kucing dan anjing enggan untuk memakan tembakau. Alasan kedua: merokok dapat mengurangi umur. Alasan ketiga: tidak ada minyak wangi dengan aroma tembakau. Alasan-alasan beliau mudah sekali dibantah...Selengkapnya Kelik Di Sini>>>
.
* ASAL USUL KATA-KATA KHURAFAT

Tahukah anda bahwa Khurafat itu berawal dari nama seorang laki-laki yang ditawan oleh bangsa Jin pada zaman jahiliyyah… Selengkapnya Kelik Di Sini>>>

.

* SAYYIDI IBRAHIM ADDUSUQI RA

Beliau adalah keponakan Sidi Abul-Hasan Assyazili RA dan Wali-Quthub yang keempat dan terakhir setelah Syekh Ahmad Arrifa’i RA, Syekh Abdul-Qadir al-Jaelani RA dan Syekh Ahmad al-Badawi RA… Selengkapnya Kelik Di Sini>>>

.

* CONGRATULATION TO TAREKAT DUSUQIYYAH MUHAMMADIYYAH

Peresmian Tarekat agung tersebut dihadiri oleh para masyaikh tarekat-tarekat di mesir, dihadiri oleh DR M.Fu’ad Syakir (dosen Univ.Ain Syams), DR Umar Hasyim, Mantan wakil Azhar dan para tokoh agama… Selengkapnya Kelik Di Sini>>>

.

* MENGENANG SYEKH YASIN AL-FADANI

Tokoh asal Padang-Indonesia yang tampil sederhana dan dikenal sebagai perokok berat ini dipuji ulama Azhar dan Ulama Mekah… Prof DR Ali Jum’ah yang menjabat sebagai Mufti Mesir pernah berguru pada beliau bahkan menjuluki beliau sebagai Musnid Addunia… Selengkapnya Kelik Di sini>>>

.

* HUKUM MEMOHON LANGSUNG KEPADA PARA WALI-ALLAH

Abdullah bin Imam Ahmad bin Hanbal berkata: saya mendengar dari ayahku ia berkata: “saya telah melakukan ibadah haji sebanyak lima kali, kemudian saya tersesat jalan, maka aku berkata: wahai hamba-hamba Allah, tunjuki aku jalan yang benar… Selengkapnya klik di sini>>>

.

* HIJAMAH / BEKAM / BLOOD CUPPING
Hijamah adalah pelepasan darah kotor dari tubuh menggunakan alat penyedot. Hukum melakukannya adalah Sunnah Nabi dan tentu darah Rasulullah suci, tidak kotor seperti darah kita, oleh karena itu seorang sahabat tidak merasakan efek negatif setelah meminum darah beliau. Hijamah baik dilakukan pada waktu-waktu tertentu seperti musim panas, siang hari, tanggal 21 bulan hijriyyah dll. Hijamah bisa mengobati beberapa penyakit seperti lemah syahwat... Selengkapnya Kelik Di sini>>>

.

* MUSIK ITU TIDAK HARAM

Karena seni musik telah dijadikan oleh orang-orang kafir sebagai sarana untuk menyebarkan maksiat, tak salah bila seni musik kita jadikan sebagai salah satu sarana dalam menjalankan dakwah menyebarkan Islam... Selengkapnya klik di sini>>>

.
* MENGENAL SOSOK HAMZANWADI
HAMZANWADI adalah singkatan dari H.M.Zainuddin Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyyah... beliau adalah seorang sufi yang menyebarkan Islam di pulau Lombok. Beliau adalah keturunan Selaparang (nama kerajaan islam yang pernah menguasai pulau Lombok). Beliau menamatkan studinya di Madrasah Sholatiyyah (madrasah tertua di kota Mekah) dan menjadi murid kesayangan Syekh M.Amin al-Kutbi... Selengkapnya Kelik di Sini>>>

Wednesday, June 4, 2008

* Gubahan Foto

Berikut ini beberapa foto yang sudah saya otak-atik. Untuk melihat gambar dengan ukuran yang sebenarnya, klik kanan di atas foto, kemudian pilih, "Open Link in New Tab"...























Tuesday, May 27, 2008

* Abdunnasir al-Ma'dani

Syekh Abdunnasir Abdussamad al-Ma'dani lahir tahun 1965 di Kerala india. Beliau adalah seorang tokoh politik, pemimpin organisasi dan universitas "Anwarul-Islam" di Kerala-India. Beliau dikenal sebagai mujahid, bahkan sebagai pemimpin ummat Islam di India. Beliau memiliki dua anak laki-laki, Solahuddin al-Ayyubi dan Umar Mukhtar. Pada tahun 1992 setelah berhasil mengislamkan orang-orang hindu, para penganut agama hindu membunuh beberapa tokoh agama islam di India seperti Syekh Alawi Mawlawi, dan membakar beberapa masjid seperti masjid "Babri." Syekh Abdunnasirpun hendak dibunuh menggunakan bom, namun beliau selamat, walaupun beliau harus kehilangan kaki sebelah kanan.
.
Pada tahun 1998 beliau dipenjara karena dituduh terkait dengan pengeboman yang menelan korban 60 jiwa. Dan pada bulan Agustus 2007 ia dikeluarkan dari penjara karena dinyatakan tidak bersalah dan bebas dari segala tuduhan. Pemerintah siap mengganti rugi dengan memenuhi apa saja yang beliau inginkan, beliau hanya meminta agar pemerintah siap menanggung biaya haji untuk beliau sekeluarga. Dan dinyatakan dalam sebuah berita bahwa pemikiran beliau lebih sensible setelah keluar dari penjara...
.
Pada hari ia dibebaskan dari penjara, para pejabat dan tokoh-tokoh agama menyambut dan mengundang beliau, namun beliau lebih memilih untuk ke Madinatul-Kiram, tempat kediaman Syekh M.Al-Faidhi (Mursyid Tarekat Dusuqiyah Muhammadiyah cabang India).
.
Pada hari selasa 20/5/08 beliau dan Syekh M.Faidhi beserta dua orang pengawal sampai di Mesir, para pejabat dari kedutaan India-Mesir menyambut beliau, tetapi beliau lebih memilih untuk ke Mazra'atul-Kiram, tempat kediaman Mawlanassyekh Mukhtar Ali Muhammad Addusuqi ra. (Syekh Tarekat Dusuqiyyah Muhammadiyyah).
.
Pada malam Jumat 22/5/08 beliau menyatakan di antara pengalaman spiritual yang telah dialaminya adalah: selama 5 tahun di penjara yang sempit dan gelap, ia dilarang untuk dikunjungi oleh keluarga dan kerabat. Yang ia lakukan hanyalah beristigfar dan berselawat atas Nabi saw. entah bagaimana dan darimana, ia menemukan sebuah HP yang tidak terlihat oleh penjaga. HP itu digunakan untuk menelfon Syekh M.al-Faidhi lebih dari dua jam hampir setiap malam untuk mengenal sosok Syekh Mukhtar Ali M.Addusuqi ra. Setelah ia dibai'at oleh Syekh M.al-Faidhi, penjara terasa luas dan terang, keluarga diizinkan untuk menjenguk, kehidupannyapun jadi berubah total. (demikian sebagian dari apa yang telah beliau utarakan).
.
Pada hari Sabtu 24/5/08 Syekh Abdunnasir al-Ma'dani, Syekh M.Al-Faidhi beserta dua pengawal, ditemani oleh Syekh Shafwat al-Qadhi dan saya mengunjungi perpustakaan terbesar di Alexandria, kemudian menziarahi Makam Imam al-Bushairi ra. (pengarang al-Burdah) dan Makam Sidi Abu al-Abbas al-Mursi ra. (murid Syekh Abul-Hasan Assyazili ra), kemudian mengunjungi makam Sidi Ibrahim Addusuqi ra. (pendiri tarekat Dusuqiyyah).
.
Ketika kami menziarahi Makam Sidi Ahmad al-Badawi ra. (pendiri tarekat Badawiyyah). kami menyaksikan beberapa peninggalan Sidi Ahmad al-Bdawi ra. seperti jubah berwarna merah, serban serta tasbeh beliau yang jumlah hitungannya seribu biji dan terbuat dari kayu koka, abanus, cendana, zaitun dan lain-lain. kami juga menyaksikan sehelai rambut Rasulullah saw.
.
Selama perjalanan terjadilah dialog dan tanya jawab mengenai agama antara supir yang pernah manjadi polisi, dengan Syekh Safwat al-Qadhi. Si supir tercengang setelah mendengarkan ilmu-ilmu Mawlanassyekh Mukhtar Ali M.Addusuqi ra. lebih-lebih setelah mengetahui bahwa Syekh Shafwat adalah seorang Major General, Syekh Abdunnasir adalah seorang ketua partai dan tokoh terpandang di India, Syekh M.al-Faidhi adalah seorang Professor dan rektor sebuah Universitas di Kerala-India, dan saya adalah mahasiswa yang sedang menjalani program s2 di Sudan. Namun walaupun demikian, pada akhirnya kami semua adalah murid Syekh Mukhtar ra.

.
Syekh Abdunnasir berkata kepada supir, "saya jauh-jauh datang ke Mesir dalam keadaan cacat, hanya untuk menuntut ilmu dan mengunjungi Mawlanassyekh Mukhtar Ali-M.Addusuqi ra., mengapa engkau yang beruntung menjadi orang Mesir tidak mau menjadi saudara kami, sama-sama belajar dengan beliau?" akhirnya supir itupun meminta untuk dibai'at oleh Syekh Abdunnasir…

.
Ketika kami sedang berada di "Um Muhammad" restaurant sederhana, sambil menunggu pesanan untuk makan siang, saya ditanya oleh Syekh Abdunnasir, "Mengapa memelihara rambut?" saya menjawab, "Rasulullah saw tidak hanya memelihara Janggut, tetapi juga rambut. Anda hanya memelihara janggut karena anda tidak memiliki rambut (botak), sementara saya hanya memelihara rambut karena tidak memiliki janggut. Namun seindah apapun janggut anda dan rambut saya, itu tidak akan menyamai keindahan rambut dan janggut Rasulullah saw." Syekh M.Al-Faidhi tertawa terbahak-bahak dan mencium pipi saya. Kemdian saya menambahkan, "dalam hadits yang sohih dinyatakan bahwa rambut Rasulullah saw macam-macam bentuknya, pernah gundul, pernah pendek, pernah mencapai cuping telinga, pernah melebihi cuping telinga dan pernah mencapai kedua pundak. Bahkan rambut beliau pernah dibagi menjadi empat pintalan/jalinan, sementara rambut yang pendek tidak akan bisa dipintal."
.

Pada hari senin 26/5/08 setelah Syekh Mukhtar ra. memberi pengajian khusus, beliau meminta agar Syekh Abdunnasir al-Ma'dani menyampaikan kesan dan pesannya serta ucapan selamat tinggal. Syekh Abdunnasir dalam keadaan gugup berkata, "saya sudah biasa berbicara di hadapan para tokoh, pejabat dan jutaan orang, tetapi kalau di hadapan Syekh Mukhtar ra. saya tidak bisa berkata apa-apa, karena sebanyak apapun ilmu yang telah saya peroleh dari kitab-kitab, tidak akan menyamai sedikitpun ilmu yang telah saya peroleh dari Syekh Mukhtar ra... Sebelum sampai ke Mesir, saya sudah menyiapkan lima pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh ulama India, semua dijawab secara memuaskan oleh Syekh Mukhtar ra. itupun sebelum saya ungkapkan pertanyaan-pertanyaan itu... Saya masih ingat ucapan guru-guru saya bahwa seorang wali-mursyid itu sangat langka "Kaddurratil-Yatimah," dan saya yakin hanya Syekh Mukhtar-lah orangnya... Saya berharap sekeluarga bisa kemari berkali-kali, saya berjanji akan menjadi murid yang setia untuk selama-lamanya dan saya siap mempertaruhkan nyawa saya demi Mawlanassyekh Mukhtar ra..." demikianlah sebagian dari apa yang telah beliau utarakan malam itu.
.
Pada hari selasa 27/5/08 pagi, Syekh Abdunnasir beserta rombongan pamitan dan meminta doa' restu dari sang maha guru, kemudian ke Kairo untuk menziarahi makam Sayyiduna al-Husain ra. (Cucu Rasulullah saw) dan menemui duta besar India kemudian pulang ke tanah air…
.
Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang beliau? silahkan klik di sini >>>
.

Saturday, May 3, 2008

* Allahu A'lamu Bisshawab

Para pembaca pasti bertanya-tanya, benda apakah yg terletak di atas Qubbah masjid nabawi itu?

Kelompok pertama mengatakan bahwa dahulu, setelah maqam para sahabat diratakan oleh kaum wahabi, ada seorang lelaki di antara mereka mencoba untuk menghancurkan Qubbah Masjid Nabawi, namun karena disambar petir, jasadnya menyatu dengan qubbah tersebut dan tak ada satupun yang dapat menurunkannya. Karena ada seorang hamba yang soleh bermimpi mendengarkan Rasulullah saw yang memberitahukan bahwa lelaki itu tidak akan bisa diturunkan, akhirnya lelaki itupun dikuburkan di tempt itu sebagai ibroh/pelajaran…

Kelompok kedua mengatakan bahwa kabar yang dinyatakan kelompk pertama itu tidak benar. Menurut kelompok ini, benda itu adalah pintu atau jendela. Dalil yang dipakai oleh kelompok ini adalah hadits sohih atau hasan yang diriwayatkan oleh Addarmi yang menyatakan bahwa dahulu kala, kota Madinah pernah ditimpa kekeringan, dan para penduduk mengadu kepada Sayyidah A’isyah. Sayydidah A’isyahpun memerintahkan mereka untuk membuat jendela di atap yang menaungi Makam Rasulullah saw. agar tidak ada penghalang antara Makam beliau dengan langit. Akhirnya hujanpun turun... maka benda yang di Qubbah itu adalah pengganti jendela atap yang menaungi makam Rasulullah saw. Hadits tersebut berbunyi sebagai berikut:

قحط أهل المدينة قحطا شديدا فشكوا إلى عائشة فقالت : انظروا قبر النبي صلى الله عليه وسلم فاجعلوا منه كوة إلى السماء حتى لا يكون بينه وبين السماء سقف ، قال : ففعلوا فمطرنا مطرا حتى نبت العشب ، وسمنت الإبل حتى تفتقت من الشحم فسمي عام الفتق . رواه الدارمي.

Namun, yang dinyatakan oleh kelompok kedua inipun dibantah, dengan alasan, kalau benar itu adalah jendela, mengapa tidak dibentuk rata? dan mengapa sampai sekarang tidak pernah dibuka? itu menandakan bahwa kebenaran ada pada pendapat yang pertama. alasan kedua yaitu: hadits tersebut tidak sohih menurut al-Albani. Ada juga dua hadits lainnya yang serupa, tetapi dianggap mawquf & do’if/lemah menurut al-Albani…

Pendapat manakah yang benar? penulis sendiri sampai sekarang belum tau dan masih mencari tau, kalau di antara pembaca ada yang benar-benar tau, tolong kasih tau. Wallahu A'lamu Bisshawab...

Monday, March 3, 2008

* Memuji Nabi Dan Wali

Contoh Pujian Terhadap Rasulullah saw:

Dalam kitab al-Mawahib diriwayatkan bahwa di antara pujian Sayyiduna Hassan bin Tsabit ra. terhadap Rasulullah saw. adalah:

وضم الإله إسم النبي إلى إسمه...إذا قال في الخمس المؤذن أشهد

Tuhan telah menyatukan nama-Nya dengan nama nabi,

Di tiap lima waktu, Mu'azzin berkata aku bersaksi…

Beliau juga pernah berkata:

وأحسن منك لم تر قط عيني...وأجمل منك لم تلد النساء

خـُلِقـْتَ مُـبَرَّءاً مِن كل عـيـْب...كـأنـك خـُلِـقـْتَ كَـمَا تشاء

Sebaik dirimu belum pernah terlihat oleh mataku,,

Dan belum ada wanita yang melahirkan seindah dirimu…

Engkau tercipta bebas dari cacat dan kekurangan,

Seakan engkau tercipta seperti yang kau inginkan...

Contoh Pujian Terhadap Para Wali:

Sayyid M.Amin al-Kutbi al-Hasani guru di Madrasah al-Falah dan dosen di Kuliyah I’dad al-Mu’allimin Saudi Arabia pernah memuji Syekh M.Zainuddin Abdul-Majid pendiri Nahdlatul-Wathan Pancor. Selengkapnya Kelik Di Sini>>>

Syekh Yasin al-Fadani sebagai pimpinan madrasah Darul-Ulum Makkah mendapatkan pujian dari para ulama. Selengkapnya Kelik Di Sini>>>

Penulis juga pernah tercengang ketika Mawlanassyekh Mukhtar Ali M.Addusuqi ra. dipuja-puji oleh DR. Ahmad Umar Hasyim: Mantan rektor al-Azhar dan anggota DPR Mesir. DR. M. Fu’ad Syakir: Dosen Universitas Ain Syams. Syekh Husen Khidhr: Wakil pertama Wizarah Awqaf. Syekh Hasan Assyennawi: Ketua Majlis Sufi Tertinggi Mesir dan salah seorang ulama’ Azhar serta Syekh Tarekat Syennawiyah. Syekh Ahmad Kamil Yasin: Syekh Tarekat Rifa’iyyah. Syekh M. Aladin Madhi Abul-Azaim: Syekh Tarekat Azmiyyah. DR. M.Ishamuddin M.Zaki Ibrahim: Syekh Tarekat Muhammadiyyah Syaziliyyah. silahkan kelik di sini, atau kelik di sini atau kelik Di Sini>>>

Hukum Pujian Menurut Kaum Wahabi:

Para penganut faham M.Abdulwahhab yang mengaku diri salafi, menganggap pujian para sufi terhadap Rasulullah saw, adalah suatu perbuatan yang terlampau dan dapat membawa kepada dosa Syirik. Dalil yang mereka pakai adalah hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh al-Bukhari, dengan bunyi:


لاتطروني كما أطرت النصارى عيسى إبن مريم وإنما أنا عبده فقولوا عبد الله ورسوله


Menurut pemahaman sempit mereka, hadits ini artinya: "jangan engkau berlebihan memujiku sebagaimana para ummat keristen berlebihan memuji Isa bin Maryam. Sesungguhnya aku adalah hamba Allah. Pujilah aku hanya dengan mengatakan: hamba Allah dan utusan-Nya."


Padahal menurut pemahaman yang benar, hadits itu maksudnya: "janganlah berlebihan memuji Rasulullah saw dengan mengatakan: (beliau adalah Tuhan atau anak Tuhan, atau orang yang ketiga dari tiga kesatuan) karena perkataan yang demikian itu adalah perkataan orang-orang keristen terhadap Sayyiduna Isa as. Karena setinggi apapun derajat Rasulullah saw, sesungguhnya beliau hanyalah seorang hamba Allah swt dan utusan-Nya.

Dalil lainnya yang dipakai oleh pengikut aliran keras untuk mengkafirkan para sufi karena memuji Rasulullah adalah hadits yang ditakhrij oleh Muslim dan Abu Daud yang bunyinya:

إذا رأيتم المداحين فأحثوا في وجوههم التراب

Yang artinya kira-kira: "jika kalian melihat orang-orang yang suka memuji, maka tumpahkanlah secedok tanah ke muka mereka."

Menurut pemahaman yang benar, yang dimaksud dengan المداحين dalam hadits tersebut adalah orang-orang yang suka memuji para pembuat kezaliman dan para bangsawan demi mendapatkan jabatan atau upah dari mereka. Kalau memuji orang yang berhak untuk dipuji, dengan tujuan Targib, tidaklah tercela. Buktinya ketika Rasulullah saw dipuji-puji oleh Sayyiduna Hassan bin Tsabit ra. Rasulullah saw tidak melemparkan tanah ke wajah beliau!.

Dalil Dibolehkannya Memuji Rasulullah saw.:

Berikut ini beberapa dalil dibolehkannya memuji Rasulullah:

Pertama: Dalam surat al-Qalam ayat 4 Allah berfirman وإنك لعلى خلق عظيم artinya: "sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung."

Maka tidak dianggap berlebihan orang yang memuji-muji Rasulullah, karena semua sifat terpuji yang dinisbatkan kepada Rasulullah saw masuk dalam sifat خلق عظيم "budi pekerti yang agung".

Dan tidak diterima tuduhan para wahabi yang menganggap bahwa para sufi memuji Rasulullah saw melebihi kadar beliau…karena tidak ada yang mengetahui kadar beliau kecuali Allah swt. dan Syekh Mukhtar Ali M.Addusuqi ra. menganggap bahwa semua manusia akan menjadi mulia jika dinisbatkan kepadanya suatu sifat yang terpuji, kecuali Rasulullah saw. segala sifat yang terpuji menjadi beruntung dan mulia jika dinisbatkan kepada beliau.

Syekh Ibnu al-Faridh ra berkata:

أرى كلَّ مدحٍ في النبي مُقَصِّرا...وإن بالغَ المُـثـْـنِي عليه وأكثرا

إذا الله أثـْنَى بالـــذي هُو أهـلـه...عليهِ فَمَا مِقدَارُ مَا تَمْدَحُ الوَرَى

Yang maksudnya kira-kira:

"aku melihat pujian terhadap Rasulullah saw tidak ada yang sempurna…

Walaupun pujian mereka dianggap sangat terlampau…

Jika Allah swt memuji beliau dengan pujian yang layak baginya…

maka tidak ada apa-apanya pujian selain Allah swt kepada beliau…"

Kedua: dalam surat Attaubah ayat 128, Allah swt berfirman: لقد جائكم رسول من أنفَسكم kata-kata أنفسكم ada dua bacaan: bacaan yang masyhur, huruf ف nya berbaris depan, artinya: "sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri." Sedangkan bacaan yang kedua, huruf ف nya berbaris atas, yaitu bacaan Sayyidah Fatimah Azzahra' ra., Sayyiduna Ali ra. dan beberapa sahabat, yang menurut Sayyiduna Ibnu Abbas, kata-kata أنفـَسكم berarti "yang paling mulia, paling tinggi dan paling baik." dan dijelaskan oleh Sayyiduna Ali ra. sebagai, "orang yang paling mulia/tinggi/baik leluhur dan nasab keturunannya."

Ketiga: Dalam kitab Asad al-Gabah, kitab Alla'ali'ul-Masnu'ah oleh Assayuthi dan kitab al-Bidayah Wannihayah oleh Ibnu Katsir diriwayatkan bahwa Sayyiduna al-Abbas ra sebagai paman Rasulullah saw pernah memuji Rasulullah saw dalam bentuk kasidah. Ketika itu beliau meminta izin untuk memuji Rasulullah saw, kemudian Rasulullah saw menjawab: "katakanlah, semoga Allah tidak mencelakai mulutmu." Kemudian Sayyiduna al-Abbas ra memuji beliau menggunakan kasidah yang antara lain berbunyi:

وأنت لما ولدت أشرقت الأر.....ض وضاءت بنورك الأفـــق

فنحن في ذلك الضياء وفي.......النور وسبل الرشاد نحترق

Keempat: al-Khathib, Abu Na'im, Addailami dan Ibnu Asakir meriwayatkan dari al-Bukhari bahwasanya Sayyidah A'isyah ra. berkata: pernah suatu hari aku sedang menjahit, sementara Rasulullah saw sedang يخصف نعله menambal sandal, sementara itu air keringat beliau mencucurkan cahaya, kemuadian aku بهت diam tercengang, Rasulullah saw bertanya مالك بهت Mengapa engkau tercengang? Aku menjawab, "dahimu berkeringat, dan keringatnya mencucurkan cahaya. Seandainya Abu Kabir al-Hazli melihatmu dalam keadaan demikian, ia akan berkata:

وإذا نظرت إلى أسرة وجهه...برقت بروق العارض المتهلل

Mendengar ucapan Sayyidah A'isyah ra. Rasulullah saw melepas apa yang ada di tangannya lalu mencium di antara kedua mataku dan bersabda: "semoga Allah memberimu balasan yang mulia, saya tidak pernah senang seperti senangnya aku mendengar ucapanmu."

Dalil Dibolehkannya Memuji Para Wali:

Berikut ini beberapa dalil dibolehkannya memuji para Wali:

Pertama: Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, dari Sayyiduna Abu Dzar ra. beliau berkata:

قيل يارسول الله أرأيت الرجل يعمل العمل من الخير فيحمده الناس عليه؟ قال ذلك عاجل بشرى المؤمن

ada yang bertanya kepada Rasulullah, "bagaimana menurutmu tentang seseorang yang berbuat baik, kemudian dipuji orang atas perbuatan baiknya?" Rasulullah saw bersabda: "itu adalah kabar gembira yang…..seorang mu'min"

Kedua: Bukhari mentakhrij sebuah hadits dari Sayyiduna Ibnu Abbas ra. bercerita bahwa Rasulullah saw sebelum wafat, beliau duduk di atas mimbar dan memuji Sayyiduna Abu Bakr ra. kemudian Sayyiduna Hassan di hadapan Rasulullah saw memuji Sayyiduna Abu Bakr ra dengan syiir karangannya, yang di antaranya berbunyi:

إذا تذكرت شجواً من أخي ثقة...فـاذكـر أخـاك أبـابـكرٍبـمـا فعلا

التالي الثاني المحمود شـيـمـته...وأول الناس طُرًّا صدق الرسلا

Kemudian Rasulullah saw. Berkata صدقت ياحسان sungguh benar apa yang engkau ucapkan wahai Hassan…

Ketiga: dalam hadits yang diriwayatkan oleh Assya'bi, dijelaskan bahwa Sayyiduna Ka'b bin Zuhair bin Abi Salamah ra. pernah memuji Rasulullah saw dalam bentuk syiir, di antaranya berbunyi:

فقد أتيت رسول الله معتذرا...والعفو عند رسول الله مقبول

Kemudian Rasulullah saw meminta kepada beliau untuk memuji kaum Anshar. Maka beliau melantunkan syiir, di antaranya berbunyi sebagai berikut:

من سره كرم الحياة فلايزل...في مقنب من صالحي الأنصار


Wallahu Ta'ala A'lamu Bisshawab...
_______________________
baca juga di blog kami tentang:
Tashawwuf Menurut Beberapa Ulama yang Masyhur
Kata-kata Radhiyallahu Anhu (ra) Untuk Siapa?
Pernah Ngeliat Onta Ngelahirin Gak?

Saturday, March 1, 2008

* Sifat Rambut Rasulullah saw

Selama penulis menuntut ilmu di Negeri Sudan, seringkali penulis ditegur dan diperingati oleh beberapa mahasiswa baik yang dari Indonesia maupun dari Negara-negara lainnya, agar penulis mencukur rambut yang menurut mereka menyerupai wanita karena panjangnya hampir mencapai pundak.

Tidak diragukan lagi bahwa sudah banyak yang mengetahui Sunnah Rasulullah saw seperti memelihara jenggot, makan menggunakan tiga jari, menjaga kebersihan gigi menggunakan siwak, memakai jubah/celana yang batasnya adalah betis (antara lutut dan mata kaki) dan lain-lain… tetapi masih saja, lebih banyak orang yang tidak mengetahui hadits-hadits tentang rambut beliau, yang mana, hal demikian membuat mereka mudah mengejek, meremehkan dan bersu'uzzon terhadap lelaki yang berambut panjang.

Perlu diketahui bahwa penulis sudah berani memanjangkan rambut sampai antara telinga dan pundak, sejak masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyyah Mu'allimin NW Pancor. Sejak penulis melihat foto Syekh M.Zainuddin Abdul-Majid (pendiri organisasi Nahdlatul Wathan) yang memakai topi putih dan berambut panjang mencapai pundak, yang mana foto beliau diambil di masa akhir hayat. Dan kini penulis mencoba untuk mengumpulkan beberapa hadits yang menjelaskan sifat rambut Rasulullah saw. di antaranya sebagai berikut:

Pertama: dalam shahih Bukhari dan Muslim, Sayyiduna Anas bin Malik ra menceritakan tentang sifat jasmani Rasulullah saw. Bahwa beliau bersifat ربعة sedang tingginya, tidak panjang dan tidak pula pendek, tidak أمهق terlalu putih dan tidak آدم terlalu hitam. Rambut beliau tidak جعد sangat keriting dan tidak pula سبط sangat lurus. رجل berombak-ombak (antara lurus dan keriting)

Kedua: dalam shahih Bukhari dan Muslim diriwayatkan dari Sayyiduna al-Barra' bin 'Azib ra bahwa panjang rambutnya Rasulullah saw mencapai شحمة أذنه cuping telinga (tampat anting-anting).

Ketiga: Dalam shahih Bukhari dan Muslim diriwayatkan dari Sayyiduna Qatadah ra pernah bertanya kepada Sayyiduna Anas bin Malik ra mengenai sifat rambut Rasulullah saw. Maka dijawabnya dengan mengatakan بين أذنيه وعاتقه batas panjang rambutnya adalah antara telinga dengan bahu. Dan dalam riwayat lain: كان يضرب شعره منكبيه rambut beliau menyentuh kedua pundak.

Keempat: Dalam sahih Bukhari diriwayatkan bahwa Sayyiduna Utsman bin Abdullah bin Mauhib ra berkata: "aku pernah menemui Ummu Salamah. Kemudian Ummu Salamah memperlihatkan kepada kami rambut Rasulullah saw مخضوبا yang telah dikasi cat warna." Dalam riwayat Ahmad ditambahkan: "dicat dengan حناء daun pacar (inai) dan كتم nama tumbuhan yang jika dicampur dengan daun pacar, akan membuat warna rambut menjadi antara hitam dan merah.

Kelima: Imam Nawawi dalam kitab Syarah Shahih Muslim menyimpulkan dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Sayyiduna Ibnu Abbas ra. bahwasanya السدل membiarkan rambut menutupi dahi dan الفرق membagi rambut ke arah kiri dan kanan dari tengah, sama-sama dibolehkan, akan tetapi الفرق lebih baik.

Keenam: Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan sebuah hadits dari Sayyiduna Ibnu Umar ra ia berkata: aku pernah melihat Rasulullah saw يهل bertalbiyah dengan suara keras, sementara itu rambut beliau dalam keadaan ملبِّدا kempal menggunakan semacam lem/getah (hair spray untuk mengumpulkan rambut), agar tidak bertebaran ditiup angin dan tidak mudah dikotori debu.

Ketujuh: Attirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah meriwayatkan sebuah hadits dari Ummu Hani' ia berkata: "Rasulullah saw pernah musafir/mengadakan perjalanan menuju kota Makkah, sementara itu beliau membagi rambutnya menjadi empat غديرة yaitu jalinan/pintalan rambut (seperti jalinan/pintalan rambut perempuan)." Dan tentu rambut tidak mudah untuk dipintal kecuali kalau sudah panjang.!

Kedelapan: Imam Nawawi mengatakan: "Rasulullah saw tidak pernah gundul kecuali pada عام الحديبة kemudian pada عام عمرة القضاء kemudian عام حجة الوداع

Kesembilan: Ahmad dan Atturmudzi meriwayatkan sebuah hadits yang dianggapnya Hasan Shahih, dari Sayyiduna Ali bin Abi Thalib ra. beliau berkata: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم كثير شعر الرأس راجله Yang artinya kira-kira, "Rambut Rasulullah saw itu banyak (lebat) dan panjang."

Kesepuluh: Imam Sayuthi dalam kitab Zahr al-Khama'il menukil ucapan al-Iraqi bahwa bentuk rambut Rasulullah saw ada tiga macam: yang pertama adalah الوفرة yang berarti mencapai cuping telinga, yang kedua adalah اللمة yaitu melebihi kuping dan yang ketiga adalah الجمة yaitu mencapai kedua pundak.

Sebagai akhir kata, penulis ingin mengingatkan bahwa seindah apapun rambut atau janggut kita, tidak akan pernah menyamai keindahan rambut dan janggutnya Rasulullah saw… Maka janganlah kita saling meremehkan lantaran hal panjang atau pendeknya rambut, karena hal demikian bukanlah suatu ukuran ridho atau murkanya Allah swt. Sesungguhnya Ia tidak memperhatikan bentuk dan tampang zahir kita, yang Ia perhatikan adalah hati dan amalan kita… semoga ada manfaatnya, Wallahu A'lamu Bisshawab…
____________________________
Baca di blog sederhana kami tentang:
Menyembunyikan Ilmu Tak Selamanya Tercela
Foto-foto Langka Musim Haji
Sekilas Tentang Sayyidi Abul-Hasan Assyazili

Thursday, February 28, 2008

* Dibodoh-bodohi Oleh Kebodohan Wahabi


Pada hari Senin 7/1/2008 seusai solat Isya' di sekretariat Persatuan Pelajar Indonesia Sudan (PPI-Sudan) penulis berdiskusi dengan seorang kawan yang bernama pak Aiman Lc. Pada waktu dan lokasi yang sama, seorang dosen UIN Riau bernama pak Jhon Pamil yang mengaku-ngaku diri sebagai ahli Ruqyah, menceritakan pengalaman-pengalamannya kepada tamu yang bernama pak Yahya (Mahasiswa s1 International University of Africa), dan disimak oleh pak Zarkasih MA (dosen UIN Riau), pak Bukhari Lc (guru Assyafi'iyyah) dan pak Fathurrahman Lc (tamatan Lipia yang ahli pijat).

Yang penulis anggap lucu, ketika pak Jhon diminta tanggapannya mengenai kaifiyat ruqyah yang dilakukan oleh Ibnu Tai-miyah yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah saw. Pak Jhon menanggapi, "walaupun tidak dilakukan oleh nabi, tapi itu adalah hasil tajribah/percobaan dia yang membuahkan hasil…." Penulis heran, karena pak Jhon sebelumnya menganggap para sufi telah berlaku bid'ah yang sesat karena mengamalkan do'a-do'a yang tidak pernah dibaca oleh Rasulullah saw. padahal itu juga adalah hasil tajribah/percobaan para wali yang membuahkan hasil…"

Pak Jhon Pamil juga bercerita tentang dirinya yang konon telah menyadarkan seorang sufi. Dialog antara pak Jhon dan orang sufi itu berlangsung kurang lebih sebagai berikut:
Jhon: sebutkan di antara hizib atau do'a yang engkau amalkan untuk berlindung setiap hari?.
Sufi: do'a berbahasa arab yang artinya kira-kira, "malaikat Jibril di hadapanku, malaikat Mika'il di belakangku, malaikat Israfil di kananku dan malaikat 'Azra'il di sebelah kiriku…"

Jhon: do'a itu diamalkan juga oleh para sufi lainnya?
Sufi: iya!

Jhon: kalau memang malaikat Jibril yang akan menjagamu, malaikat siapa yang akan menjaga teman-temanmu? Kalau malaikat Mika'il selalu di sampingmu untuk menjagamu, siapa yang akan berada di samping teman-temanmu?
Sufi: …?!?!@!#?$!%?^!&?*(diam seribu bahasa)...

Dengan senyum tawa dan penuh bangga, pak Jhon berkata, "akhirnya orang sufi itu sadar!." Para pendengarpun ikut senyum dan tertawa sambil mengangguk-anggukkan kepala merasa kagum pada kecerdasan pak Jhon…

Ketika itu penulis memotong pembicaraan pak Jhon untuk menanyakan satu pertanyaan, yaitu:
Penulis: "kalau misalkan ada sepuluh orang atau ribuan orang mati pada waktu yang bersamaan, (seperti yang dialami oleh penumpang kapal Titanic) apakah itu menunjukkan bahwa malaikat pencabut nyawa ('Azra'il) itu jumlahnya ribuan..??? (masih saja ada sufi yang bodoh, mau dibodoh-bodohi oleh kebodohan wahabi)
Jhon: …?!?!@!#?$!%?^!&?*(diam seribu bahasa)...

Pada tanggal 22/2/2008 seusai menunaikan solat Jum'at, pak Yahya menemui penulis di kamar Abu Naji. Sambil menyantap Indomie, pak Yahya mengingatkan penulis tentang kejadian hari Senin 7/1/2008 bersama pak Jhon. Dan terjadilah dialog berikut:

Yahya: boleh saya kasih komentar tidak?
Penulis: boleh

Yahya: Sebenarnya pertanyaan Ust. Sholah (penulis) kepada pak Jhon itu cukup menarik dan saya memiliki jawabannya, namun saya takut Ust. Sholah (penulis) tambah emosi..!
Penulis: Tidak apa-apa, pertanyaan saya waktu itu bukan untuk menang kalah, tapi benar salah. Silahkan diutarakan saja..!

Yahya: Sebenarnya malaikat Jibril, Azra'il dan malaikat-malaikat lainnya itu diberikan kemampuan oleh Allah swt untuk menjadi banyak dan berpindah-pindah sekejap mata..!
Penulis: justru itu jawaban yang sangat aku butuhkan saat itu untuk menunjukkan bahwa si Sufi itu tidak salah, dan alasan pak Jhon itu tidak masuk akal.!
Yahya: …?!?!@!#?$!%?^!&?*(diam seribu bahasa)...

Sebagai akhir kata, harapan penulis kepada pembaca (yang sufi, khususnya) agar tidak mudah dibodoh-bodohi oleh kebodohan wahabi. Wallahu A'lamu Bisshawab…

Thursday, January 24, 2008

* Ucapan Shadaqallahu al-Azhim

Saya dan mungkin para pembaca pernah mendengar rekaman pengajian M.Shalih al-Utsaimin (sang tokoh wahabi) ketika ia ditanya mengenai hukum membaca lafaz "Shadaqallahu al-Azhim" yang artinya "Maha Benar Firman Allah" sehabis membaca al-Qur'an. Saya terkejut ketika mendengar ia menjawab hukumnya adalah "Bid'ah" yang tentu menurut mereka semua "Bid'ah" itu adalah sesat, dengan alasan bahwa Rasulullah saw tidak pernah mengucapkannya...! pendapatnya itu masih tetap dipegang sampai saat ini, bisa dibaca sendiri dalam situs peribadinya, kelik di sini


Untuk membantah pendapat yang salah itu, cukup dengan mengatakan bahwa: "jika kita melafazkan "Isti'azah" أعوذ بالله من الشيطان الرجيم sebelum memulai pembacaan al-Qur'an, berdasarkan firman Allah swt dalam surat Annahl ayat 98 yang berbunyi فإذا قرأت القرآن فاستعذ بالله yang artinya kira-kira: "danjika engkau hendak membaca Qur'an, maka ber-ta'awwudzlah"…
Dan jika kita melafazkan "Basmalah" بسم الله الرحمن الرحيم berdasarkan firman Allah dalam surat al-Alaq yang berbunyi إقرأ باسم ربك الذي خلق yang artinya kira-kira: "bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan"…
Maka tidak salah ketika kita menutup bacaan al-Qur'an dengan bacaan, صدق الله العظيم "Shadaqallahu al-Azhim" berdasarkan firman Allah swt dalam surat Ali Imron ayat 95 yang berbunyi قل صدق الله yang artinya, "Katakanlah Maha Benar Firman Allahh". Atau firman Allah swt dalam surat Annisa' ayat 87 yang berbunyi ومن أصدق من الله حديثا yang artinya kira-kira, "dan siapakah yang lebih jujur ucapannya selain Firman Allah?." Tentu "Maha Benar Firman Allah swt."

Wednesday, January 16, 2008

* Mengenang Sayyid M.Alawi al-Maliki al-Hasani


SEKILAS TENTANG BELIAU:
Syekh M.bin Alawi bin Abbas al-Maliki al-Makki al-Hasani lahir di Mekah tahun 1362H (1943M). Silsilah nasab beliau bersambung sampai Rasulullah SAW melalui Sayyiduna al-Hasan RA.

Beliau belajar di halaqah-halaqah Masjidil-Haram dan pernah sekolah di madrasah al-Falah kemudian Madrasah Tahfiz al-Qur'an. Kemudian beliau menuntut ilmu di luar negeri seperti India dan Pakistan.

Beliau meraih gelar MA dan Doctor dari Kuliyah Usuluddin Universitas al-Azhar. Kemudian beliau ke Maroco untuk menuntut ilmu dari ulama-ulama yang terkenal di situ.

Beliau pernah mengajar di Kuliyah Syari'ah Makkah al-Mukarramah tahun 1390H. (1970M) kemudian menjadi guru di Masjid al-Haram tahun 1391H setelah meninggalnya ayah beliau dan ketika itu beliau menjadi guru di Universitas al-Malik Abdul-Aziz.

Beliau sering mengisi ceramah dan pengajian di siaran radio dan diskusi-diskusi umum baik dalam dan di luar Saudi. Dan beliau terpilih menjadi ketua pertama Lajnah Tahkim Internasional untuk Musabaqoh Qur'an Karim tahun 1399H, 1400H dan 1401H.

Beliau telah mengunjungi negara-negara Islam dan mendirikan lebih dari 30 Ma'had dan 30 Madrasah di Asia bagian timur dan selatan.

Berdasarkan karya-karya beliau dan pengalaman beliau dalam berakwah di berbagai negara Islam, maka Universitas al-Azhar memberikan gelar Profesor kepada beliau pada tanggal 2 safar 1421H (6 Mei 2000)

Telah terbit sebuah buku yang mengumpulkan ilmu-ilmu, kehidupan, pemikiran dan pengaruh beliau. Buku ini berjudul al-Maliki Alimul-Hijaz karangan Zuhair Jamil Kutbi.

GURU-GURU BELIAU:
Beliau banyak meriwayatkan hadits dari Syekh Hasanain bin M.Makhluf mufti Mesir, Syekh Hasan al-Ahdal al-Yamani, Syekh M.As'ad al-Abji Mufti Mazhab Syafii di Halab, Syekh M.Syafi' Mufti Pakistan dan lain-lain. Namun guru-guru beliau yang sangat berpengaruh dan berarti dalam kehidupan beliau dalam periwayatan Hadits adalah:
1) Ayah kandung beliau, yaitu Assayyid Alawi bin Abbas al-Maliki al-Hasani (wafat 1391H.)
2) Syekh M.Yahya bin Assyekh Aman (wafat 1387H.)
3) Syekh M.al-Arabi Attubbani (wafat 1390H)
4) Syekh Hasan bin Sa'id Yamani (wafat 1392H)
5) Syekh M.al-Hafidz Attijani, Ahli Hadits Mesir (wafat 1398H)
6) Syekh Hasan bin M.al-Massyath (wafat 1399)
7) Syekh M.Nur Saef bin Hilal al-Makki (wafat 1403H)
8) Syekh Abdullah bin Sa'id Allahji (wafat 1410H)
9) Syekh M.Yasin al-Fadani (wafat 1410H).

KARANGAN-KARNGAN BELIAU:
Sebagian besar kitab-kitab karangan beliau dicetak di Imarat dan Mesir, karena tidak boleh dicetak di Saudi. Di antara karangan beliau adalah:
1) Attashawwuf
2) Mafahim Yajibu An Tushahhah (buku ini meluruskan faham wahabi yang sesat dan membela faham-faham sufi)
3) Al-Insan al-Kamil (berbicara tentang Khususiat Rasulullah SAW)
4) Tahqiq al-Amal fima yanfa'ul-mayyit Minal-A'mal (mengandung amalan-amalan yang dapat memberi manfaat buat mayit)
5) Tarikh al-Hawadits Annabawiyyah
6) Adzzakhair al-Muhammadiyyah.
7) Al-Madh Annabawi Bainal-Guluwwi wal-Inshaf.
8) Fadhlul-Muwattha' wa Inayatul Ummah al-Islamiyyah Bihi (keutamaan kitab al-Muwattha')
9) Zubdatul-Itqan fi Ulumil-Qur'an.
10) Labbaik Allahumma Labbaik (buku tentang ibadah Haji)
11) Dan lain-lain

MENGAPA BELIAU DIBENCI KAUM WAHABI:
Perlu diketahui bahwa beliau sama halnya seperti ulama-ulama yang berjasa menyebarkan dakwah Islam di Saudi Arabia seperti Syekh Yasin al-Fadani, Syekh M.Amin al-Kutbi, Syekh Hasan Masyyath dan lain-lain. Namun karena mereka tergolong ulama Tashawwuf dan kebetulan yang menguasai Saudi adalah orang-orang yang berfahamkan Wahabi, maka mereka diusahakan agar tidak dikenal oleh dunia. Mereka hanya mengangkat ulama-ulama mereka yang Tasyaddud dalam agama dan suka mengkafirkan faham-faham yang bertentangan dengan faham mereka seperti Saleh. Ulama-ulama Wahabi yang kami maksud adalah al-Utsaimin, Abdul.Aziz bin Baz, al-Albani dan konco-konconya. Dan Berikut ini beberapa alasan mengapa Syekh M.Alawi al-Maliki dibenci oleh tokoh dan kaum Wahabi:
1) Beliau merayakan dan membolehkan perayaan hari kelahiran nabi SAW. Sebagaimana yang beliau tegaskan dalam kitab (Majmu' Fatawa Wa Rasa'il). Al-Albani bercerita bahwa ia pernah diundang oleh ayah Syekh M.Alawi al-Maliki. Kemudian al-Albani menemukan mereka sedang merayakan Mawlid. Maka al-Albani mengingkari hal tersebut.
2) Beliau membela faham Sayyidi Ibnu Arabi RA.
3) Beliau berakidahkan Asy'ariyyah dan membela faham Asy'ariyyah. Yang mana para wahabi menganggap faham Asy'ariyyah itu bertentangan dengan Ahlussunnah wal-Jamaah.
4) Dalam kitab Syifa'ul Fu'ad beliau mengajak untuk ziarah maqam dan ber-Istigatsah (memohhon bantuan) kepada Rasulullah dan para Wali Allah.
5) Mengarang kitab Dzakha'ir al-Muhammadiyyah yang berisikan ajaran Tashawwuf dan pujian terhadap Rasulullah SAW.
6) Berkeyakinan bahwa Rasulullah dan para pewarisnya bisa mengatur alam.
7) Berkeyakinan bahwa Rasulullah hidup dan matinya sama saja, bisa menyaksikan dan mengetahui keadaan dan niat ummatnya. Sebagaimana ditegaskan dalam kitab beliau "Syifa'ul Fu'ad".
8) Menegaskan dalam kitab Adzzakhair al-Muhammadiyyah bahwa Rasulullah SAW adalah Makhluq yang pertama diciptakan oleh Allah SWT.
9) Berkeyakinan bahwa roh Rasulullah SAW hadir dalam Halaqah Dzikir dan acara perayaan Mawlid.
10) Berkeyakinan bahwa Rasulullah SAW bisa dilihat bukan hanya lewat mimpi saja, tapi dalam keadaan terjaga juga. Bahkan tidak mustahil dilihat oleh ribuan ummat pada waktu yang sama.
11) Pernah menziarahi Syekh Tarekat al-Ashabah al-Hasyimiyyah wa Assidnah al-Alawiyyah wa Assadah al-Hasaniyyah al-Husainiyyah. Kemudian menziarahi maqam Syekh Abul-Hasan Assyazili.
12) Keyakinan beliau bahwa hari kelahiran Rasulullah Saw lebih mulia dan utama daripada Malam Lailatul-Qadar.
13) Beliau membolehkan untuk mengecup dan mengusap-usap maqam Nabi atau Wali untuk menampakkan rasa cinta dan memperoleh keberkatan.
14) Dan lain-lain.

ORANG-ORANG YANG MEMBELA DAN MEMUJI BELIAU:
1) Syekh M.al-Khazraji ketika menjabat sebagai menteri perwakafan Imarat, beliau mencetak dan memperbanyak beberapa buku karangan Syekh M.Alawi al-Maliki seperti "Mafahim Yajibu An Tushahhah" dan "Syifa'ul Fu'ad Fi Ziyarati Khairil-Ibad."
2) Syekh Isa bin Mani' al-Humairi dalam muqaddimah kitabnya "Bulugul-Ma'mul fil-Ihtifa'I wal-Ihtifali bi-Mawlidirrasul" banyak memuji Syekh M.Alawi al-Maliki.
3) Syekh Abdul-Aziz bin M.bin Shiddiq al-Gumari dari Maroco menulis dalam muqaddimah kitab "I'lamunnabil bima fi syarhil-Jaza'iri Minattalbisi Wattadhlil" membela Syekh M.Alawi Al-Maliki.
4) Syekh Yusuf bin Hasyim Arrifa'I dari Kuwait pernah menulis buku "Arradu al-Muhkam al-Mani' Ala Syubuhat Ibnu Mani'" untuk membela Syekh M.Alawi al-Maliki.
5) DR. M.Abduh Yamani mengarang kitab yang berjudul "Allimu Awladakum Mahabbatarrasul SAW" yang banyak merujuk pada al-Maliki.
6) Syekh Habib Ali Zainul Abidin al-Jufri
7) Syekh Umar bin Hafiz dari Yaman
8) Prof DR Ahmad Umar Hasyim Dosen al-Azhar
9) Prof DR. Hasan al-Fatih Qaribullah Rektor Universitas Islam di Umdurman
10) Syekh Sayyid 'Iwadh yang pernah menjabat sebagai Mufti Sudan
11) Sayid M.bin Abdurrahman sebagai Mufti Juzur al-Qamar
12) Syekh M.Thayyib Annajjar Rektor Universitas al-Azhar
13) Syekh Shalih al-Ja'fari Dosen di Uninersitas al-Azhar dan Syekh Tarekat Ja'fariyyah.
14) Syekh M.Assyazili Dekan Fakultas Syariah Tunisia
15) Syekh M.bin Yusuf al-Banuri wakil rektor Universitas Islam Pakistan
16) Sayyid M.bin Abdul-Qadir Azad ketua majlis ulama Pakistan
17) Syekh Ahmad bin M.Zabarah al-Hasani Mufti Yaman
18) Syekh Abdul Hadi Ujail ketua Inqaz al-Islami di Yaman
19) Habib Abdul-Qadir Assaqqaf Mufti Hadramaut
20) Syekh DR M.Sa'id Ramadhan al-Buthi ulama Syiria

WAFATNYA BELIAU
Syekh M.Alawi al-Maliki meninggal di pagi hari jumat tanggal 15 Ramadhan 1425H. yang mana dua jam sebelumnya beliau memberi pengajian kepada lebih dari 600 pelajar.
Saudari-saudari beliau tidak dapat membantu memandikan jenazah beliau, bahkan mereka tidak dapat memasuki rumah beliau dikarenakan jumlah pengunjung yang begitu banyak. Mereka hanya bisa berdiam dan sarapan di dalam mobil.
Setelah disolatkan di Masjidil-Haram oleh ribuan jemaah baik dari murid, para pelajar dan para pengikut beliau, jalan raya yang menuju ke pemakaman (al-Ma'lah) ditutup demi kelancaran pembawaan jenazah beliau.
Semoga Allah merahmati beliau, amin.




Syekh M.Alawi al-Maliki bersama Syekh Ahmad Manshur al-Husaini asal Palestina dan Sayyid M.Abduh Yamani mantan menteri penerangan Saudi


Syekh M.Alawi al-Maliki bergandengan dengan Syekh Habib Ali Zainal Abidi al-Jufri

Suekh M.Alawi al-Maliki bersama Syekh Shalih al-Ja'fari syekh tarekat Ja'fariyyah

Syekh M.Alawi al-Maliki ketika berzikir dalam keadaan berdiri


Ayahanda menemani pak Hamzah Haz menemui Syekh M.Alawi al-Maliki



Raja Saudi beserta Syekh Abbas (saudara kandung Syekh M.Alawi al-Maliki)


Adinda (H.Abdul-Aziz Sukarnawadi Lc) memberi ceramah kepada jamaah haji Lombok dan duduk menengahi Syekh Abbas (saudara kandung Syekh M.Alawi al-Maliki) dan Ust H.Zainul Majdi MA