Sunday, June 3, 2007

* Sekilas Tentang Sosok HAMZANWADI...


Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid lahir di Kampung Bermi Pancor Lombok Timur pada atnggal 17 Rabiul Awwal 1324 H (1906 M). Nama kecil beliau adalah Muhammad Syaggaf dan berganti nama menjadi Haji Muhammad Zainuddin setelah menunaikan ibadah haji. HAMZANWADI adalah singkatan dari Hajji Muhammad Zainuddin Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyyah...
*

Tentang silsilah keturunan beliau yang lengkap tidak dapat dikemukakan secara utuh, karena dokumen dan catatan silsilah keturunan beliau ikut terbakar ketika rumah orang tua beliau mengalami kebakaran. Namun yang jelas bahwa silsilah keturunan beliau adalah dari garis yang terpandang, yaitu dari keturunan Selaparang. Selaparang adalah nama kerajaan Islam yang pernah berkuasa di Pulau Lombok.

*

Setelah berusia 17 tahun, yaitu pada tahun 1341 H/1923 M, beliau ke tanah suci Makkah Al Mukarramah untuk melanjutkan studi, memperdalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan Islam. Beliau berangkat bersama keluarga beliau dan belajar di tanah suci selama 12 tahun.Mula-mula beliau belajar secara Talaqqi di Masjid al-Haram, namun pada tahun 1928 beliau melanjutkan studinya di Madrasah Ash Saulatiyah yang pada saat itu dipimpin oleh Syaikh Salim putra Syaikh Rahmatullah, pendiri Madrasah Shaulatiyah. Telah dinyatakan dalam koran Okaz 28 November 2006 Edisi: 1990 bahwa Madrasah ini adalah madrasah pertama di tanah suci yang didirikan pada tahun 1292H. dan Madrasah ini telah mengeluarkan banyak tokoh terkenal seperti sang penyair Ahmad Ibrahim al-Gazzawi, Syekh Hasan al-Massyath dan lain-lain…

*

Keberhasilan Tuan Guru H. M. Zainuddin Abd. Majid meraih prestasi yang tinggi pulalah yang menyebabkan beliau mendapat banyak pujian, baik dari gurunya sendiri maupun kawan-kawan dan ulama-ulama terkemuka lainnya. Pujian itu antara lain disampakan oleh salah seorang gurunya yaitu Syekh Muhammad Amin Al Kutbi, pujian tersebut dingkapkan dengan syair berbahasa Arab yang artinya:

Demi Allah, saya kagum pada Zainuddin

kagum pada kelebihannya atas orang lain

pada kebesarannya yang tinggi

dan kecerdasannya yang tiada tertandingi

Jasanya semerbak dimana-mana

Menunjukkan satu-satunya permata

Yang tersimpan pada moyangnya

Buah tangannya indah lagi menawan

Penaka bunga-bungaan

Yang tumbuh teratur di lereng pegunungan

*

Setelah kembali ke tanah air, beliau mendirikan organisasi Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyyah (NWDI) tahun 1937, Nahdlatul Banat Diniyyah Islamiyyah (NBDI) tahun 1943, Nahdlatul Wathan (NW) tahun 1953 dan mendirikan tarekat Hizib NW tahun 1964...

*

KH.M.Yusuf Ma'mun telah menceritakan sejarah kelahiran tarekat ini. Bermula ketika Syekh M.Zainuddin sedang menunaikan ibadah haji, tepatnya di masjid Nabawi Madinah, ketika beliau sedang beribadah, beliau didatangi seseorang yang diyakini sebagai Sayyiduna al-Khidhr AS untuk menyampaikan salam dari Sayyiduna Ibrahim AS yang menyatakan bahwa,"NW akan menjadi organisasi yang lenkap dan sempurna jika sudah memiliki tarekat." Maka pada tahun 1964 M. beliau mendirikan tarekat yang diberi nama Thariqah Hizib Nahdlatul-Wathan...(buku Refleksi Pemikiran dan Perjuangan TGKH M.Zainuddin Abdul Madjid halaman 268)

*

Walaupun Nahdlatul Wathan punya tarekat sendiri namun Syekh M.Zainuddin tidak menghalangi warga NW untuk bersuluk melalui tarekat lain selama tarekat tersebut murni haluan, buktinya ayah saya sendiri yaitu Ustadz Sukarnawadi KH. Husnuddu'at (yang dulu pernah mengajar selama 15 tahun di madrasah Darul-Ulum Addiniyyah Makkah dan kini mengajar di Ma'had Darul Qur'an wal Hadits bahkan menjabat sebagai dewan mustasyar NW) ketika mendapat restu dari Syekh Yasin al-Fadani untuk menjadi mursyid dan penyebar Thariqat Naqsyabandiyyah di Lombok, Syekh M.Zainuddin tidak mengingkari hal itu... pada hari Selasa 25 April 2006/27 Rabi'ul Awwal 1427 di Mesir seorang warga NW bernama Ahmad Muzanni bertanya kepada Ustaz TGKH. M.Zainul-Majdi MA. (cucu Syekh M.Zainuddin) tentang perpindahan tarekat, apakah dianggap melanggar bai'at atau tidak? ketika itu beliau menjawab, "tidak masalah, yang mau masuk Thariqat Naqsyabandiyyah juga silahkan, yang penting tetap menjadi warga NW." oleh karena itu sebagian warga NW di Mesir masuk ke tarekat Syazuliyyah Darqawiyyah, sebagian juga masuk tarekat Syaziliyyah Batthawiyyah, dan sebagian lainnya (termasuk saya sendiri) masuk Thariqat Dasuqiyyah Muhammadiyyah dan sisanya tetap dalam Thariqat Hizib NW...

*

Syekh M.Zainuddin Abdul-Majid adalah tokoh pertama yang menjadikan seni musik sebagai media dakwah di Lombok yang ternyata membawa respon antusias masyarakat. Berkaitan dengan musik lokal, beliau melakukan revitalisasi musikal dengan memasukkan unsur-unsur religius pada lirik-liriknya dan menjadikannya sebagai media dakwah, seperti pada musik kecimol (drumband ala Lombok).

*

Mengenai karya tulis beliau, dalam bahasa Arab ada 17 judul, dalam bahasa Indonesia dan Sasak ada 3 judul, di antaranya Wasiat Renungan Masa… berikut saya nukilkan beberapa bait dari Wasiat Renungan masa:

Thariqat Hizib harus berjalan

Bersama thariqat yang murni haluan

Membenteng syari'at membenteng iman

Menendang ajaran thariqat syetan


Guru agama imam ke syorga

Perlu dipilih wajib dijaga

Silsilah yang putus tidak berguna

Dunia akhirat dlalalan mubina


Guru agama khususnya ulama’

Atau auliya’ atau ashfiya’

Pembawa kunci di alam fana’

Pembuka pintu di alam baqa’


Kalau Imam mulai takbirnya

harus Ma'mum mulai pula

Bila Imam salamnya nyata

haruslah Ma'mum salam merata


Banyaklah orang berlagak ulama’


Padahal mereka masih sufaha’

Kesana kemari penuh khuyala’

Merusak agama merusak juhala’


Sungguh sukarlah mencari guru

Yang berhak mengajar thariqat yang jitu

Kebanyakan orang tak punya malu

Ingin disebut wali dan ratu


Guru agama pilih yang mursyid nyata

Yang tetap utuh sambungan pipanya

Jangan yang putus sambungan gurunya

Agar tak nyesal kemudian harinya

Di surat Taubat Rabbul-alamin

Memanggil semua kaum mu’minin

Supaya benar jadi muttaqin

Harus bersatu dengan shadiqin


Ziarah kubur dicapnya kafir

Oleh mereka yang asyik mengkafir

Qur’an Hadits tidak difikir

Seperti air jatuh di pasir


Murid yang putus dari gurunya

Berarti rusak pipa ilmunya

Hilang terbakar sari ilmunya

Dibakar setan dan hawa nafsunya


Orang yang bakti kepada guru

Mendapat faedah hikmat yang baru

Tidak terduga lebih dahulu

Memang Allah pemberi selalu


Kalau tak tampak semasih hayatnya

Akan tampaklah setelah pindahnya

Banyak terbukti sepanjang masa

Sebab baiknya sambungan pipanya


selenkapnya baca buku Refleksi Pemikiran dan Perjuangan Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid 1904-1997 (602 halaman) diterbitkan oleh PT.Logos Wacana Ilmu bekejasama dengan Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta

______________________

Baca juga di blog sederhana kami tentang:

Mengenang Syekh Yasin, teman HAMZANWADI

Biodata Singkat Syekh Amin al-Kutbi, guru HAMZANWADI

Musik (yg dijadikan oleh HAMZANWADI sbg sarana media dakwah) Itu Tidak Haram