Saturday, May 3, 2008

* Allahu A'lamu Bisshawab

Para pembaca pasti bertanya-tanya, benda apakah yg terletak di atas Qubbah masjid nabawi itu?

Kelompok pertama mengatakan bahwa dahulu, setelah maqam para sahabat diratakan oleh kaum wahabi, ada seorang lelaki di antara mereka mencoba untuk menghancurkan Qubbah Masjid Nabawi, namun karena disambar petir, jasadnya menyatu dengan qubbah tersebut dan tak ada satupun yang dapat menurunkannya. Karena ada seorang hamba yang soleh bermimpi mendengarkan Rasulullah saw yang memberitahukan bahwa lelaki itu tidak akan bisa diturunkan, akhirnya lelaki itupun dikuburkan di tempt itu sebagai ibroh/pelajaran…

Kelompok kedua mengatakan bahwa kabar yang dinyatakan kelompk pertama itu tidak benar. Menurut kelompok ini, benda itu adalah pintu atau jendela. Dalil yang dipakai oleh kelompok ini adalah hadits sohih atau hasan yang diriwayatkan oleh Addarmi yang menyatakan bahwa dahulu kala, kota Madinah pernah ditimpa kekeringan, dan para penduduk mengadu kepada Sayyidah A’isyah. Sayydidah A’isyahpun memerintahkan mereka untuk membuat jendela di atap yang menaungi Makam Rasulullah saw. agar tidak ada penghalang antara Makam beliau dengan langit. Akhirnya hujanpun turun... maka benda yang di Qubbah itu adalah pengganti jendela atap yang menaungi makam Rasulullah saw. Hadits tersebut berbunyi sebagai berikut:

قحط أهل المدينة قحطا شديدا فشكوا إلى عائشة فقالت : انظروا قبر النبي صلى الله عليه وسلم فاجعلوا منه كوة إلى السماء حتى لا يكون بينه وبين السماء سقف ، قال : ففعلوا فمطرنا مطرا حتى نبت العشب ، وسمنت الإبل حتى تفتقت من الشحم فسمي عام الفتق . رواه الدارمي.

Namun, yang dinyatakan oleh kelompok kedua inipun dibantah, dengan alasan, kalau benar itu adalah jendela, mengapa tidak dibentuk rata? dan mengapa sampai sekarang tidak pernah dibuka? itu menandakan bahwa kebenaran ada pada pendapat yang pertama. alasan kedua yaitu: hadits tersebut tidak sohih menurut al-Albani. Ada juga dua hadits lainnya yang serupa, tetapi dianggap mawquf & do’if/lemah menurut al-Albani…

Pendapat manakah yang benar? penulis sendiri sampai sekarang belum tau dan masih mencari tau, kalau di antara pembaca ada yang benar-benar tau, tolong kasih tau. Wallahu A'lamu Bisshawab...